MASIGNCLEAN103

Jurnalistik


ILMU KOMUNIKASI

Ilmu Komunikasi adalah suatu pengamatan terhadap produksi, proses, pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang melalui pengembangan teori-teori yang dapat diuji dan digeneralisasikan dengan tujuan menjelaskan fenomena social. Atau biasa di sebut juga dengan  Knowledge, Sistematis, Pemikiran, Kritis dan Objektif.
Maksud dari komunikasi itu adalah:
  1. Simbol/verbal/speech (Hoben, 1954)
  2. Understanding (Anderson, 1959)
  3. Interaksi/Relationship/Proses Sosial (Mead, 1963)
  4. Mengurangi Ketidakpastian (Barnlund, 1964)
  5. Proses
  6. Pengalihan/penyampaian/pertukaran (Ayer, 1955)
  7. Menghubungkan, (Ruesch, 1957)
  8. Kebersamaan, (Gode, 1959)
  9. Channel/carrier/means/route, (American College Dictionary)
  10. Replicating memories, (Cartier dan Harwood, 1953)
  11. Discriminative respons, (Stevens, 1950)
  12. Stimuli, (Newcomb, 1966 )
  13. Tujuan/kesengajaan, (Miller, 1966)
  14. Time/situation, (Sondel, 1956)
  15. Power, (Schacter, 1951)
Tiga unsur utama peristiwa dikatakan komunikasi:
1.      Usaha
2.      Penyampaian pesan
3.      Antar manusia
Tiga pokok pikiran Ilmu Komunikasi:
  • Obyek pengamatan dalam ilmu komunikasi adalah produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem lambang dan tanda dalam konteks kehidupan manusia
  • Ilmu komunikasi bersifat scientific (ilmiah empiris) dalam arti pokok-pokok pikiran dalam ilmu komunikasi (dalam bentuk teori-teori) harus berlaku umum
  • Ilmu komunikasi bertujuan menjelaskan fenomena sosial yang berkaitan dengan produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem lambang dan tanda

Kemudian ada juga struktural jurnalistik yaitu:
         Ilmu komunikasi
       Pers
       Media massa
       Jurnalistik
       Informasi & berita
       Bahasa jurnalistik/bahasa pers
Hakikat Komunikasi adalah usaha penyampaian pesan antar manusia The communication act, then would include the following 10 components:
1.      Source                                8. Decoding Proscess
2.      Receiver                             9. Feedback
3.      Context                             10. Effect
4.      Messages
5.      Channels
6.      Noise
7.      Sending/Encoding process
Bidang komunikasi:
1. Social Communication                                   5. International Communication
2. Management/Organization Communication   6. Intercultural Communication
3. Business Communication                               7. Development Communication
4. Political Communication                                8. Traditional Communication

Tataran Komunikasi
1. intrapribadi                                                     4. massa/publik
2. antarpribadi                                                    5. media
3. kelompok                                                        6. oranisasi

Metode Komunikasi
1.      jurnalistik                                                            4. Propaganda
2.      public relations                                                   5. perang urat syaraf
3.      3. advertising                                                      6. Dll

THE DEFINITION OF JOURNALISM(Arti jurnalistik)
Asal Usul Jurnalistik:
§  Bahasa Prancis, Journal: laporan atau catatan
§  Bahasa Yunani, Du Jour: hari, kejadian hari ini yang diberitakan dalam lembaran tercetak
§  Istilah Latin, Diurnal atau diary
§  Romawi Kuno, Acta Diurna  
§  Julius Caesar (100-22 SM) Romawi Kuno, 2 bentuk penerbitan: Acta Diurna  dan Acta Senatus
§  Harfiah, journalistic: kewartawanan/kepenulisan
§  Konseptual, jurnalistik dipahami dari tiga sudut pandang: sebagai proses, teknik, dan ilmu
§  Proses, jurnalistik: aktivitas mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan (jurnalis).
§  Teknik, jurnalistik: keahlian” expertise atau “keterampilan” (skill) menulis karya jurnalistik (berita, artikel, feature) termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa (reportase) dan wawancara
§  Ilmu, jurnalistik: “bidang kajian” mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media massa.
Jurnalisme berkaitan dengan hal-hal:
§  Jurnalis
§  Media Massa
§  Bentuk Tulisan
§  Khalayak
§  Genre/jenis-jenis jurnalisme
§  Informasi
§  Informasi: pesan, ide, laporan, keterangan, atau pemikiran. Dalam dunia jurnalistik, informasi dimaksud adalah news (berita) dan views (opini)
§  Berita: laporan peristiwa yang bernilai jurnalistik atau memiliki nilai berita (news values) –aktual, faktual, penting, dan menarik. Berita disebut juga “informasi terbaru”. Jenis-jenis berita a.l. berita langsung (straight news), berita opini (opinion news), berita investigasi (investigative news), dan sebagainya
Kondisi Objektif Dunia Media Massa
§  Perkembangan media massa, termasuk buku referensi mengalami secara intens apa yang disebut oleh Roger Fidler (2003) sebagai mediamorfosis.
§  Istilah ini menandai proses metamorfosis media komunikasi akibat hubungan timbal-balik yang kompleks antara kebutuhan konsumen, tekanan persaingan bisnis, inovasi sosial, dan terlebih lagi teknologi.
Bidang Pekerjaan:
1.      Reporter (Koran, majalah, radio, tv)
2.      Jurufoto
3.      Jurukamera
4.      Diplomat
5.      PNS/swasta bidang Humas
6.      Militer/polisi (Perwira penerangan)
7.      Ilmuwan komunikasi
8.      Wiraswasta bidang komunikasi
Jurnalisme berkaitan dengan hal-hal:
§  Jurnalis
§  Media Massa
§  Bentuk Tulisan
§  Khalayak
§  Genre/jenis-jenis jurnalisme
§  Informasi
Prinsip Universal  Etika  Wartawan
§  Melaporkan kebenaran dan tidak berbohong
§  Memeriksa keakuratan berita sebelum dicetak
§  Mengoreksi kesalahan yang diperbuat
§  Tidak boleh membeda-bedakan orang
§  Memperoleh informasi secara jujur
§  Tidak menerima pemberian yang dimaksudkan untuk memengaruhi liputan
§  Tidak membiarkan kepentingan pribadi mengganggu pekerjaan.
Etika Bahasa Jurnalistik : pedoman etis dalam penulisan dan penyajian semua jenis dan bentuk karya jurnalistik: tajuk rencana, karikatur, artikel, kolom, surat pembaca, straight news, depth news, dll
1.      Koridor Yuridis: UU Pokok Pers No 40/1999
2.      Koridor Sosiologis: 6 Landasan pers nasional
3.      Koridor  Etis: Kode etik jurnalistik, kode praktik media massa

Dan dalam jurnalistik ada yang disebut dengan media masa, dan media itu adalah alat penyampaian pesan, simbol-simbol. Berfungsi menarik perhatian, menghibur, memberi informasi, menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan kepada individu-individu sehingga terintegrasi dalam struktur kelembagaan dan masyarakat (Chomsky, 1988: 1).
Media massa dapat berperan sebagai instrumen dalam pembentukan opini publik (Bennet, 1985: 11)
§  Media merupakan subjek yang mengkonstruksi realitas, lengkap dengan pandangan, bias, dan pemihakannya
§  Media massa berkaitan dengan opini publik dan ruang publik
§  Media Massa menjadi lembaga utama ruang publik
The Public Sphere
Public sphere: keharusan media melayani masyarakat secara menyeluruh dalam proses produksinya.
Secara filosofis media massa berfungsi sebagai public services.
Media massa sebagai public sphere harus melayani masyarakat akan informasi yang benar dan faktual
1.      Bentuk nyata public sphere di media massa adalah Rubrik opini
2.      Suara pembaca
 Dalam rubrik ini biasanya suara masyarakat difasilitasi untuk mendapatkan jawaban dari pihak terkait 
§  Ruang Publik: Kondisi kehidupan  sosial dimana pertukaran informasi dan berita sewaktu-waktu dapat menarik dan menjadi perhatian masyarakat sehingga opini publik dapat terbentuk
§  Terbentuk ketika warga negara bergabung dalam lembaga publik untuk mendiskusikan isu-isu hari itu, khususnya yang menyangkut kepentingan bersama
§  Masyarakat demokratis sangat tergantung pada warga negara yang memiliki informasi  yang diperlukan dalam pembuatan keputusan-keputusan
§  Ruang sosial dimana informasi, gagasan, dan perdebatan dapat disebarluaskan dalam masyarakat
Aspek-Aspek Penting Public Sphere
1.      Demokrasi
2.      Kesetaraan
3.      Partisipasi
4.      Kewarganegaraan
5.      Masyarakat Sipil
6.      Layanan Publik
Empat Dimensi Public Sphere
1.      Institusi media:
menyangkut organisasi, pendanaan, kerangka hukum tentang kepemilikan media, kontrol, perijinan dan akses terhadap media serta wacana komunikatif
2.      Representasi media:
Apa yang ditampilkan dalam media?, bagaimana topik-topik disajikan?, bagaimana membuat beritanya, siapa pembuat berita?    
3.      Struktur Sosial:
Dimensi struktural public sphere: skala dan batas-batas dalam masyarakat. Bagaimana tipe model masyarakat, dapatkah semua warga negara diakomodasi dalam public sphere
4.      Integrasi:
Menjangkau hal-hal lain di luar representasi media dan mencakup interaksi sosial-kultural, kolektif
Contoh Lembaga Public Sphere
§  Lembaga-lembaga penyiaran dan nonkomersial
§  Sekolah-sekolah
§  Perpustakaan
§  Tempat-tempat ibadah
§  Organisasi-organisasi perdagangan
§  Asosiasi dan komunitas-komunitas sukarela
Faktor Kemerosotan Public Sphere
§  Pertumbuhan media massa komersial, yang mengubah publik menjadi konsumen yang pasif
§  Munculnya negara kesejahteraan, yang menyatukan negara dan masyarakat sebegitu mendalam, sehingga ranah publik menjadi tertekan habis.

SISTEM PERS DI INDONESIA
Pers adalah lembaga sosial (social institution) atau lembaga kemasyarakatan yang merupakan subsistem dari sistem pemerintahan di negara dimana ia beroperasi, bersama-sama dengan  subsistem lainnya.
Pers di Indonesia, UU No 40 Tahun 1999:
Pers adalah Lembaga Sosial&Wahana Komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan sejenis saluran yang tersedia.
Tiga Pilar atau Kekuatan Pers:
-       Idealisme
Pasal 6 UU Pers No 40 th 19990: Pers Nasional melaksanakan peranan sebagai:
  1. Memenuhi hak masyarakat utk mengetahui
  2. Menegakkan nilai2 dasar demokrasi, HAM, menghormati kebhinekaan
  3. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yg tepat, akurat, benar
  4. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, saran thdp hal2 yg berkaitan dgn kep.umum
  5. Memperjuangkan keadilan&Kebenaran
-          Komersialisme
Pasal 3, ayat (2) UU No 40 Thn 1990: Pers Nasional=Lembaga Ekonomi
-          Profesionalisme
Paham yg menilai tinggi keahlian profesi/kemampuan sbg alat utama utk mencapai keberhasilan; Expertise, Responsibility, Coorporatness.
Ciri-Ciri Pers:
1. Periodesitas
2. Publisitas
3. Aktualitas. Informasi kebaruan/kekinian
4.Universalitas
5. Objektivitas
Surat kabar di indonesia:
Orde lama:
Ø  Sebagai corong pemerintah
Ø  Menumbuhkan semangat
Ø  Sebagai partisan: media yang membawa misi partai-partai tertentu
Orde baru:
Ø  Menyampaikan pesan pembangunan
Ø  Mencerdaskan kehidupan bangsa
Orde reformasi:
Ø  Sebagai alat kontrol sosial
Ø  Sarana pendidikan
Ø  Menyampaikan informasi
EKONOMI DAN MEDIA
Ekonomi & Ekonomi Media: Samuelson & Nordhaus (1992)
Ekonomi adalah Studi bagi masyarakat menggunakan sumber daya yang langka untuk memproduksi komoditas yang cocok dan mendistribusikannya diantara kelompok yang berbeda.sedangkan Ekonomi Media adalah Studi bagi industri media menggunakan sumber daya yg terbatas utk memproduksi konten yang didistribusikan kepada konsumer dalam masyarakat untuk memuaskan beraneka kebutuhan dan keinginan mereka.
Pentingnya Studi Ekonomi Media:
1.                  Tradisional adalah Aktivitas ekonomi pasar media secara individual
2.         Perencanaan Karir adalah Kalau kita belajar ekonomi media, maka kita dapat mapping media mana yang bagus
3.         Pengetahuan Analisis Media (Industri Media) Konsultan Media
Tujuan Mempelajari:
Ekonomi:
  1. Memahami hubungan ekonomi
  2. Produser-khalayak-pengiklan-masyarakat
Ekonomi Media:
  1. Dapat melakukan analisis pengaruh faktor-faktor ekonomi terhadap institusi media
  2. Mengidentifikasikan faktor-faktor ekonomi terhadap produk jurnalistik
Keberhasilan suatu media ditentukan oleh kemampuan media menyediakan sesuatu yang diinginkan pasar (Market Share), Kepentingan komersial acapkali mendorong pengelola media tidak saja melayani khalayak, namun memanipulasi. Tujuan manipulasi adalah untuk memperoleh perhatian dan uang pengiklan, Media sebagai Institusi Ekonomi: bahwa terdapat monopoli dalam dimensi-dimensi: Ekonomi, Politik, pertumbuhan ekonomi, agregat produksi dan konsumsi.
Pengorganisasian Sistem Ekonomi
Masalah ekonomi :
Proses produksi dan konsumsi
  • Berapa banyak barang yang akan diproduksi ?
  • Bagaimana barang itu akan diproduksi ?
  • Siapa yang akan mengkonsumsi barang tersebut ?
 Type Ekonomi
Ekonomi Terkendali
. Pemerintah yang memutuskan produksi dan distribusi barang
. Pemerintah yang memutuskan barang apa yang diproduksi dan jumlahnya, menetapkan upah dan harga serta yang merancang pertumbuhan ekonomi.
. Ekonomi pasar Sistem yang kompleks tentang pembeli, penjual, harga, keuntungan dan kerugian ditentukan oleh produ. ksi dan distribusi tanpa campur tangan pemerintah.
. Ekonomi campuran Produksi dan distribusi barang ditentukan oleh kebijakan dan aturan pemerintah dan juga oleh interaksi supply dan demand.
FREEDOM OF THE PRESS (Kebebasan Pers)
Fungsi Pers Dalam Perjuangan Kemerdekaan Ri
Muhammad Hatta, dalam meresmikan suratkabar PNI Baru "Daulat Rakyat" menyatakan :
"Memang majalah gunanya untuk menambah pengetahuan, menambah pengertian dan menambah keinsyafan. Dan bertambah insyaf kaum pergerakan akan kewajiban dan makna bergerak, bertambah tahu kita mencari jalan bergerak. Sebab itu majalah menjadi pemimpin pada tempatnya. Dan anggauta-anggauta pergerakan yang mau memenuhi kewajibannya dalam perjuangan tidak dapat terpisah dari majalahnya". Dan pers berhak mendapatkan perlindungan hukum, Media atau bahan yg dipublikasikan dan  Tanpa campur tangan atau sensor pemerintah.
Limitation To Freedom Of The Press
Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, UU Pers 40/1999, UU Kterebukaan Informasi 2008 dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan  meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Dlm mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama.
Penyebab kebebasan pers tidak berjalan sesuai harapan yaitu
-          Kurang mengertinya sebagian kalangan tentang prosedur jurnalistik
-          Jika merasa tidak puas akan pemberitaan: Laporkan ke Dewan Pers, ke media, KPI.
Berita di Media Massa
  • Pemberitaan media, sepertinya  dihasilkan dari proses yang sederhana
  • Dalam kenyataannya, tidaklah demikian.
  • Wartawan dalam mencari berita sangat dipengaruhi berbagai faktor
  • Isi berita sebetulnya sudah mengalami sejumlah seleksi sebelum sampai kepada khalayak
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi wartawan bisa dimulai dari diri wartawan yang bersangkutan hingga level ideologi yang melingkupinya.
Faktor-faktor yang Berpengaruh:
§  Pamela J Shoemaker dan Stephen D Reese dalam bukunya “Mediating the Message” (64:1996)  menyebukan lima level yang memengaruhi pemberitaan, yaitu ;
-          individual level
Pada level ini, ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu
  1. Latarbelakang dan karakteristik pribadi
  2. Sikap/pendirian, nilai, dan keyakinan pribadi
  3. Etika dan aturan-aturan profesional yang dimiliki si wartawan.
-          media routines level
Sosiolog Jerman, Karl Mannheim : sebagai individu, manusia tidak sebebas yang diduga banyak orang, tetapi mereka terikat oleh lingkungannya.
  • Individu hidup dalam suatu kelompok, berpikir, berbicara dalam bahasa kelompok, merespon situasi yang tidak pernah putus.
  • Inilah yang disebut sebagai rutinitas, sesuatu yang sudah terpola, menjadi rutin. Praktik-praktik yang berulang-ulang.
-          organizational level
Tugas media adalah menyampaikan produk yang dapat diterima oleh konsumen dengan cara seefisien mungkin dalam waktu dan tempat yang terbatas.
  • Di sini media lebih dilihat sebagai entitas bisnis 
  •  Media memperoleh dan memproses bahan baku (berita) yang diperolehnya dari para “suplier”, seperti pejabat, para ahli dll, kemudian menyampaikannya ke konsumen (pembaca, pemirsa dan pendengar).
-          extramedia level
§  Narasumber: hubungan wartawan dan naraAsumber,  interest grup, kampanye PR
§  Pengiklan dan audiens: target audiens (mentarget golongan, perempuan, dll).
§  Pengawasan atau kontrol dari pemerintah: amandemen kebebasan, peraturan dan hukum di AS, kebijakan pemerintah
-           ideological level
Reporter  banyak menggunakan saluran rutinnya sbb:
  • Saluran formal : siaran pers; konferensi pers; dengar pendapat; acara2 resmi –pidato, dll)
  • Saluran informal: bocoran, backgound briefing, wawancara, investigasi dll.
Tujuan organisasi, struktur, ownership dan control
  • tujuan organisasi: misalnya mengutamakan faktor ekonomi à akan mempengaruhi penulisan berita, karena sudah menjadi sebuah entitas bisnis.
  • struktur dan aturan organisasi: misalnya seberapa besar organisasi media tersebut, berpengaruh pada struktur jabatan dan juga pola kerja dari wartawan dan editornya.
  • kepemilikan media
  • Pengawasan/kontrol. Bagaimana editor mengawasi reporter, penerbit mengawasi editor, dan pemilik mengawasi penerbit.
Kode etik Jurnalistik:
Pasal 1
Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk
Pasal 2
Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik
Pasal 3
Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
Pasal 4
Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
Pasal 5
Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
Pasal 6
Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.
Pasal 7
Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.
Pasal 8
Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.
Pasal 9
Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.
Pasal 10
Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.
Pasal 11
Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional
Organisasi wartawan & organisasi perusahaan pers Indonesia:
  1. Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
  2.  Aliansi Wartawan Independen (AWI)
  3. Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI)
  4.  Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI)-OK
  5.  Asosiasi Wartawan Kota (AWK)
  6. Federasi Serikat Pewarta
7. Gabungan Wartawan Indonesia (GWI)
8. Himpunan Penulis dan Wartawan Indonesia (HIPWI)
9. Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia (HIPSI)
10. Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)
11. Ikatan Jurnalis Penegak Harkat dan Martabat Bangsa (IJAB HAMBA)
12.  Ikatan Pers dan Penulis Indonesia (IPPI)
13. Kesatuan Wartawan Demokrasi Indonesia (KEWADI)
14. Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI)
15. Komite Wartawan Indonesia (KWI)
16. Komite Nasional Wartawan Indonesia (KOMNAS-WI)
17. Komite Wartawan Pelacak Profesional Indonesia (KOWAPPI)
18. Korp Wartawan Republik Indonesia (KOWRI)
19. Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI)
20. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
21. Persatuan Wartawan Pelacak Indonesia (PEWARPI)
22. Persatuan Wartawan Reaksi Cepat Pelacak Kasus (PWRCPK)
23. Persatuan Wartawan Independen Reformasi Indonesia (PWIRI)
24. Perkumpulan Jurnalis Nasrani Indonesia (PJNI)
25. Persatuan Wartawan Nasional Indonesia (PWNI)
26. Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat
27. Serikat Pers Reformasi Nasional (SEPERNAS)
28. Serikat Wartawan Indonesia (SWI)
29. Serikat Wartawan Independen Indonesia (SWII)
Share This :
Miftah Faried Sanusi Abdullah

Kelahiran ciamis, yang mulai berkenalan dengan bangku sekolah di tasikmalaya, dengan sekarang sampai pada jenjang universitas di salah satu universitas terkenal di indonesia, tepatnya jakarta! berklahiran juli 1990