Pengenanan Pajak Bagi Youtuber dan Blogger

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan diharapkan tidak hanya mengenakan pajak sampai pada toko online atau e-commerce saja.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan Ditjen Pajak pun harus mengatur pajak para selebgram dan youtuber yang selama ini memiliki penghasilan besar.

"Pekerjaan rumah berikutnya adalah pengaturan pengguna digital seperti selebgram/youtubers yang sifatnya self-entrepreneurship dan kewajibannya dilaksanakan secara self assessment," kata Prastowo dikutip dari detikFinance, Tasikmalaya, Selasa (15/1/2019).

Ditjen Pajak menerbitkan peraturan perundang-undangan tentang perlakuan perpajakan atas perdagangan yang memakai sistem elektronik.
Jadi bagi para youtuber dan selegram termasuk blogger yang memiliki penghasilan besar akan dikenakan pajak layaknya toko online dan e-commercial kemaren.

dan ini juga berpengaruh besar pada blogger atau yotuber pemula yang baru mendaftarkan akunya ke situs-situs seperti Adsense , adnow, Ad-Center, Propeller dan situs penghasil uang lainya.

bagaimana tidak berpengaruh,sistem pendaftaran akun yang dulunya tidak terlalu susah, sekarang bertambah dengan pemenuhan persyaratan seperti NPWP. Bagaimana  nasib blogger atau youtuber muda yang belum berusia 17+?