AKU ADALAH SATU DARI JUTAAN LEBAH

cerpen
Miftahfaridsa.Site - Aku sama sekali tidak menyesali takdirku tercipta sebagai salasatu dari ribuan atau jutaan barisan lebah pekerja , lebah pekerja yang mengandalkan dan menggantungkan semua harapan pada suatu bentuk lembaga yang mengaku memiliki nama yaitu sebuah negara . lebah pekerja yang sama sekali tidak begitu mengerti mengenai arti dan fungsinya .hanya ada sedikit kecurigaan yang timbul bahwa apa yang disebut sebagai sebuah negara tidak lebih hanya sebatas korporasi yang hanya sekedar mencari laba , popularitas dan keuntungan yang bersandar pada sesuatuyang bersipat materi semata .
Aku adalah satu dari ribuan atau jutaan barisan lebah pekerja yang begitu bersemangat berikhtiar mencari saripati bunga sebagai bahan utama agar madu tetap tersedia tanpa peduli aksi tipu tipu yang dilakukan oleh sang ratu yang begitu mudah mengumbar janji demi sebuah kemajuan semu, laksana bibir bergincu yang dipakai oleh seorang penyanyi bersuara merdu padahal bermulut sampah yang berbau busuk bagai dalam got pembuangan tinja ,yang tidak ada ragu berkostum agama,jurus jitu untuk mengelabui rakyat , berkhutbah mempesona diatas panggung megah berlabel demokrasi dan nasionalisme.

Aku adalah satu dari ribuan atau jutaan barisan lebah pekerja yang terkadang rela untuk saling curiga dan saling bermusuhan antara sesama  lebah bekerja yang sebenarnya tidak mengerti dan memahami apa yang menjadi alasan dan tujuannya karena sebenarnya yang kami tahu dan kami mampu adalah hanya sebatas mencari bahan baku untuk jadi sebuah madu. Sungguh kami adalah lebah pekerja yang bodoh yang rela dengan sigap dan sedia untuk di adu satu sama lainya, Perang urat saraf  walau harus mengorbankan pekerjaan utama . hanya untuk ikut ikutan membela apa yang menjadi keinginan dan ambisi dari  tokoh idola.

Aku adalah satu dari ribuan atau jutaan barisan lebah pekerja berharap dan mudah mudahan yang berani berkata karena belum merasa jadi bagian barisan . barisan lebah para penguasa. Yang karena merasa tidak mendapatkan keadilan sehingga untuk berlaku turut serta dalam upaya menjalan ketidak adilan secara merata , lebah pekerja yang mersa dirinya adalah objek penindasan sehingga mempunyai ambisi besar untuk ikut dan berperan serta dalam barisan sebagai lebah penguasa untuk balas dendam dan melakukan penindasan secara lebih menggila .


Oleh: Noorhilmi


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel